KAKTUS
(Kajian KAMUS FT Tiga Minggu Sekali)
KAMUS FT

KAKTUS adalah Kajian KAMUS - FT Tiga Minggu Sekali yang di adakan oleh LDF – KAMUS FT. KAKTUS secara perdana di mulai pada hari kamis 26 Sya’ban 1437 / 2 juni 2016 dengan materi “Suprize Ramadhan”  yang di sampaikan oleh bapak Firdaus Solihin, S. Kom., M.Kom  selaku pembina LDF - KAMUS FT 2016. Pada KAKTUS ini pemateri menyampaikan materinya dengan santai dan menyenangkan sehingga para audien sangat antusias dalam mendengarkan materi yang di sampaikan, dalam sesi tanya jawab para audien sangat aktif dalam bertanya dan berdiskusi terkait materi yang di sampaikan sebelumnya oleh pemateri.


Setelah acara kajian berakhir, di lanjutkan dengan agenda sarasehan sembari menunggu adzan magrib untuk bukber(buka puasa bareng), dalam sarasehan ini peserta saling mengakrabkan diri antar anggota KAMUS FT, LDK MKMI,  dan LDF di UTM seperti SEFIS menginspirasi, FKI AL AZZAM, MII AL MIFTAH, FSI AR RASYAD dan juga Mentoring Universitas Trunojoyo Madura.

Allahu akbar allah ... hu akbar...
Allahu akbar allah ... hu akbar...

Pertanda waktu berbuka telah tiba, di awali dengan membaca tasmiyah dan doa berbuka puasa para peserta sangat menikmati hidangan yang di sediakan oleh panitia KAKTUS. Nikmat bukanlah dari apa yang kita makan dan kita minum tapi nikmat adalah bagaimana cara kita untuk bersyukur atas semua yang telah kita terima dari sang Pencipta dan kita rasakan serta bagaiman cara kita berbagi dengan saudara – saudara kita meskipun dalam kesederhanaan.

.#Marhaban_Ya_Ramadhan
#sederhana_bersahabat
#integrated brotherhood



MABIT, apaan tuh?





MABIT? Apaan tuh?
          Eh jangan lupa salam dulu.. Assalamu’alaikum warohmatullahi wabarokatuh..
Bagaimana kabarnya nih? Sehat semua kan? Oh iya kalian dah tau belum dengan salah satu kegiatan KAMUS FT yang satu ini? Iya MABIT hehehe. MABIT adalah Malam Bina Iman dan Taqwa. Kegiatan ini kami lakukan setiap sebulan sekali, mahasiswa umum juga boleh ikut lho… Kegiatan ini biasanya kami mulai dari ba’da asar sampai keesokan harinya. Banyak sekali hal-hal yang bisa kita lakukan pada kegiatan ini. Diantaranya ada kajian ilmu, sholat berjamaah, membaca Al-Ma’tsurat, makan malam hehehe, bincang-bincang ringan, sholat malam dan yang terakhir adalah olahraga bareng, bisa futsal atau hanya sekedar lari-lari di taman kampus. 

           Oh iya sampai lupa, biasanya kegiatan ini kami lakukan dimasjid kampus, jadi kalau temen-temen pernah melihat dimasjid kampus UTM malem-malem kok ada segerombolan orang yang menginap di sana, makan bareng disana dengan wajah yang berseri-seri hehehehe kemungkinan itu berarti ada kegiatan MABIT. Kegiatan ini kami lakukan untuk mempererat ukhuwah atau persaudaraan kita sebagai kaum muslim. Malu kan dengan Rasulullah dan juga para sahabat, mereka aja rela berkorban demi sahabatnya masa kita enggak sih… oh iya satu lagi, kalau misalkan temen-temen melihat ada kegiatan MABIT dari KAMUS FT, langsung join aja ya. Biar rame-rame masuk surganya nanti aamiin hehehe.
Sekian dulu ya kawan ku, hanya ini yang bisa admin sampaikan. Mudah-mudahan bermanfaat.  Wassalamu’alaikum warohmatullahi wabarokatuh…

Are You Ready?



Hay sahabat KAMUS FT, Sudah berapa banyak bekal yg telah kita siapkan untuk menyongsong hari akhir nanti? Mudah-mudahan kita selalu merasa kurang dengan amalan amalan baik yang bisa kita lakukan. Aamiin. Kali ini admin akan mengajak antum semua untuk sejenak merenungkan sesuatu yang pasti akan terjadi pada kita semua. Yaps apalagi kalau bukan kematian.Terkadang kita hanya memikirkan bahwa kematian itu hanya milik orang lain. Padahal kematian juga akan mendatangi kita. Sudah berapa dosa yg telah kita lakukan. Dan sudah berapa bekal yg telah kita kumpulkan untuk menghadapinya??. Sobat KAMUS FT yang di cintai Allah, yuk mumpung masih ada kesempatan, kita persiapkan segala bekal yg bisa kita lakukan  saat ini sebelum kematian mendatangi kita. Are you ready?

SEMANTIK 2016


ASSALAMU'ALAIKUM WRWB
Hai.... Hai... Sahabat KAMUS FT , Bagaimana kabar iman hari ini? Mudah-mudahan selalu dalam lindunganNya yaaaahhh hehe.
Kali ini admin akan memposting kegiatan yang sudah kita lakasanakan pada tanggal 23 April 2016 kemarin. Kira-kira apa ya??? Yups betul,, apa lagi kalau bukan SEMANTIK.........
SEMANTIK (Seminar Kemuslimahan Teknik) adalah salah satu kegiatan yang ada di UKMF KAMUS FT UTM, dimana kegiatan ini terbuka untuk seluruh mahasiswi UTM dalam rangka memperingati hari Kartini. Pada tahun ini SEMANTIK alhamdulillah dapat terlaksana dengan lancar dan dengan jumlah peserta kurang lebih 120 orang dari berbagai jurusan yang ada di UTM. Dengan menghadirkan pemateri lulusan ITS dan juga UGM diharapkan peserta dapat mengambil banyak manfaat dari kegiatan yang dilaksanak satu tahun sekali ini. Perlu diketahui juga bahwa kegiatan besar ini hanya melibatkan kepanitiaan dari akhwat (Muslimah) UKMF KAMUS FT, hal ini membuktikan bahwa kaum perempuan memiliki beberapa peran yang bisa dikatakan luar biasa sehingga menyanggah statement bahwa kaum perempuan hanya mengerti urusan dapur dan lain sebagainya. Sebagai mana Kartini yang telah memperjuangkan hak kaum perempuan pada waktu itu untuk bisa bersekolah di masa penjajahan dahulu.
Sekian dulu ya sahabat KAMUS FT, mudah-mudahan bisa bermanfaat buat kalian yang membaca maupun yang telah mengikuti acaranya kemarin. SEE YOU NEXT TIME.....
WASSALAMU'ALAIKUM WRWB..

Ruang Tunggu Terbesar

Salah satu hal yang paling bisa membuat jantung seseorang berdetak sangat kencang adalah momen-momen menunggu untuk diwawancara. Biasanya, semakin dekat giliran kita, semakin gelisah kita. Keringat dingin bercucuran. Pikiran tiba-tiba mengeruh. Dan tentu saja, detak jantung berdetak tak karuan. Bahkan tak jarang ada yang merasa tiba-tiba belum siap untuk diwawancara. Ya! Tiba-tiba merasa tidak siap!

Bukankah ini hal yang sangat ironis?

Bagaimana kita bisa segugup atau segelisah itu ketika sedang menunggu giliran diwawancara semisal wawancara kerja? Atau menunggu giliran untuk presentasi sesuatu di depan orang-orang hebat? Atau mengikuti suatu audisi yang kita akan ditanya-tanya oleh juri? Kita bisa menjadi sangat khawatir ketika sudah dekat dengan giliran kita.

Tapi, coba renungkan. Bukankah sejatinya kita ini hidup adalah proses menunggu? Menunggu untuk "diwawancarai" di alam kubur? Bukankah nanti pun kita akan mempertanggung jawabkan apa-apa yang kita kerjakan?

Bukankah waktunya bisa datang kapan saja? Bukankah malah kita tak akan ditemani barang satu pun teman kecuali amal-amal kita? Bukankah yang seperti itu harusnya lebih menakutkan dan harusnya lebih bisa membuat kita menggigil ketakukan kala mengetahuinya?

Lantas? Kenapa kita tidak segugup itu dalam menanti datangnya hari di mana kita akan ditanyai di alam kubur?



Kisah Sujudnya Kaum Musyrikin Quraisy



Pada bulan Ramadhan sekitar tahun ke-5 kenabian, Nabi Muhammad mendatangi Masjidil Haram. Saat itu Mekkah masih dalam kekuasaan orang-orang musyrikin quraisy dan di sekitar ka'bah masih terdapat banyak berhala-berhala yang dipuja oleh kaum musyrikin. Saat beliau saw memasuki wilayah tersebut, terdapat banyak kaum musyrikin quraisy dan tokoh-tokohnya sedang berkumpul. Lalu Nabi Muhammad saw mendatangi mereka dan membaca surah An-Najm secara tiba-tiba.

Kaum musyrikin quraisy sebelumnya tidak pernah mendengarkan secara langsung kalimat-kalimat Allah. Karena pada saat itu mereka memang sedang melancarkan program yang dilakukan secara terus-menerus yaitu seperti yang diabadikan Allah SWT dalam surah Fushshilat ayah 26 yang berbunyi:


وَقَالَ الَّذِينَ كَفَرُوا لَا تَسْمَعُوا لِهَٰذَا الْقُرْآنِ وَالْغَوْا فِيهِ لَعَلَّكُمْ تَغْلِبُونَ
Dan orang-orang yang kafir berkata: "Janganlah kamu mendengar dengan sungguh-sungguh akan Al Quran ini dan buatlah hiruk-pikuk terhadapnya, supaya kamu dapat mengalahkan mereka".



Maka ketika beliau saw membacakan surah An-Najm, kaum musyrikin quraisy tidak siap untuk menghindar dan mereka sudah terlanjur mendengarkan kalamullah yang sangat indah. Bahkan, karena keindahannya, semua orang yang ada di situ secara alami terfokus dan berkonsentrasi dengan kalimat Allah yang sedang dibacakan rosul-Nya sehingga tidak terpikirkan tentang program yang sedang mereka langsungkan itu.

Semua orang seperti tersihir. Waktu seakan berhenti bergulir. Semua telinga ingin untuk terus-menerus mendengar kalamullah yang keindahannya tidak bisa digambarkan dengan kata-kata.

Hal ini terbukti ketika Nabi Muhammad saw telah sampai pada ayat terakhir dari surah An-Najm yang berbunyi, 

فَاسْجُدُوا لِلَّهِ وَاعْبُدُوا ۩

Maka bersujudlah kepada Allah dan sembahlah (Dia).
 

Lalu beliau saw bersujud. Maka tidak ada satu pun orang yang berada di sana yang bisa menahan diri untuk tidak ikut bersujud, maka bersujudlah mereka semua bersama Nabi Muhammad saw yang mulia. Sungguh, Allah telah menunjukkan kekuasaannya yang tak terbantahkan. Keindahan kalimat-kalimatnya telah meluluhlantakkan kebatuan hati mereka. Membuat bulu kuduk mereka merinding, dan telah menunjukkan kebenaran yang sebenar-benarnya sehingga mereka semua tidak bisa menahan diri untuk tidak bersujud.

Kejadian itu menuai kecaman dari kaum musyrikin quraisy yang pada saat itu tidak hadir. Tapi, karena kesombongan dan kekejian hati mereka, momen ini malah dijadikan senjata balasan untuk mendustakan Nabi Muhammad dan ayat-ayat Allah. Mereka justru melapor bahwa tidaklah mereka bersujud bersama Nabi Muhammad kecuali karena beliau saw memuja berhala-berhala yang ada di sana. Sungguh tidak mengherankan karena memang mereka suka berdusta dan hati mereka sudah begitu beku.

Terlepas dari pendustaan yang dilakukan oleh kaum musyrikin tersebut, ada beberapa poin yang bisa kita ambil dari kisah masyhur tersebut. Yaitu di antaranya: Al-Quran adalah kalamullah yang mulia dan sangat indah, berisi tentang kebenaran yang tak terbantahkan. Bahkan kaum musyrikin yang mendustakan ayat-ayat Allah pun ikut bersujud ketika diperdengarkan atas mereka surah An-Najm dan hati mereka bergetar tersentuh oleh keindahan dan kebenaran ayat-ayat Allah.

Lalu pertanyaannya adalah: bagi kita yang terlahir muslim, apakah hati kita bergetar ketika mendengar ayat-ayat Allah? Apakah kita juga akan bersujud ketika mendengar ayat-ayat as-sajadah? Apakah kita tertarik untuk terus mendengar kalimat-kalimat Allah? Mengambil pelajaran darinya? Mentadabburi ayat-ayatnya? Memuliakannya? Menjadikannya pedoman hidup? Jika tidak, jangan-jangan hati kita lebih tertutup dari pada hati kaum musyrikin Quraisy yang ketika diperdengarkan surah An-Najm mereka bersujud? Na'udzubillahimindzalik.

Kajian Rutin Kitab Riyadhus Shalihin

Assalamua'alaykum wa rahmatulloh

Bagaiamana kabar antum? Semoga Alloh SWT selalu memberikan keimanan dan kesehatan sehinnga kita bisa selalu istiqomah untuk mempelajari ilmu agama islam.

KAMUS FT ada kajian ruitn kitab riyadhus shaolihin lho. monggo yang mau nambah ilmu agama. Bisa dibuat refreshing sejenak setalah 4 hari dalam 1 minggu kita belajar ilmu umum (kuliah). Apalagi ditambah dengan praktikum (Biasalah anak TEKNIK :-) penuh dengan kesibukan).
Nih ada kajian ini bisa diikuti. GRATISS LHOO. hehe..






Wassalamua'alaykum wa rahmatulloh.